Pengunjung Blog Yssh.,
Posting ini saya tujukan terutama kepada para pengunjung yang sudah berpengalaman dengan bisnis MLM. Lebih khusus lagi kepada yang sudah merasakan pahit-getirnya bisnis MLM. Dengan tulus, saya ingin berbagi pengalaman dengan Anda semua.

Saya mengikuti bisnis MLM sejak tahun 2002. Sudah belasan MLM saya jalankan, dalam rangka mencari dan belajar sistemnya untuk menjadi bekal bahan kuliah 'kewirausahaan'. Memang banyak pengertian, pengetahuan, tricks serta strategi berbisnis yang saya peroleh, telah membantu saya menulis buku "Jendela Cakrawala Kewirausahaan" pada tahun 2005.
Namun ternyata selalu ada SELISIH antara kondisi IDEAL seperti yang dicantumkan dalam Marketing Plan setiap MLM yang saya jalankan dengan pengalaman lapangan yang saya alami. Selisih Ideal - Kenyataan itu dalam ilmu Komunikasi Masyarakat disebut dengan MASALAH. Masalah itu bagi saya adalah PENGHASILAN. Untung bahwa tujuan utama saya semula ikut dalam MLM itu bukan bonusnya, melainkan menambah wawasan dan pengetahuan sebagai dosen kewirausahaan.
Berikut adalah masalah-masalah utama yang senantiasa saya alami:
PERINGKAT DAN PERSENTASI BONUS
Persentasi bonus yang diperhitungkan selisih persentasenya terhadap frontline atau downline. Maksudnya, persentasi transaksi saya boleh mencapai puncak (biasanya 21%) dan saya memperoleh peringkat sebagai DIREKTUR atau MANAGER, tergantung MLM-nya menggunakan apa untuk jabatan persentasi 21%-nya. Presentasi didasarkan atas transaksi jaringan. Namun begitu ada downline yang mencapai 21%, maka persentasi transaksi saya atas jaringan downline saya tersebut menjadi 0%.
Padahal sedikit banyak ada peranan saya untuk perkembangan jaringan downline yang menyamai persentasi itu. Menjadi aneh jika dalam suatu bisnis network marketing, tidak ada sepeser pun bagian upline atas perkembangan downline-nya. Ringkasnya saya memperoleh 21% transaksi dari belanja pribadi saya saja. Persentasi transaksi atas jaringan para downline saya dikurangi dengan persentasi-persentasi yang dicapai para downline. Ketika semua frontline saya menyamai 21%, tragis meskipun kedudukan saya sebagai direktur atau manajer dalam jaringan saya, persentasi transaksi saya terhadap para frontline adalah 0%. Saya menerima 21% dari transaksi pribadi saja. Dengan janji akan menerima 4% dari seluruh transaksi jaringan saya, tetapi dengan syarat saya harus mempertahankan kedudukan 21% selama waktu tertentu, mempertahankan beberapa frontline atau downline tetap pada 21% selama waktu tertentu dan saya harus melakukan belanja ulang minimal tertentu.
TUTUP POIN
Tutup poin ini adalah belanja ulang minimal saya dalam satu bulan untuk mencairkan bonus di bulan depan dan sekaligus mempertahankan level saya. Jadi mengherankan, sebagai bisnis pemasaran, saya sudah bekerja selama sebulan dan menghasilkan omset bagi perusahaan, tetapi bonus (marketing fee) baru saya terima bulan berikutnya (ada yang tanggal 5, 15 bahkan ada yang tanggal 23). Itupun dengan syarat saya belanja ulang sejumlah minimal tertentu paling lambat harus tercatat di akhir bulan. Maka tak heran di kantor-kantor pusat atau agen MLM setiap akhir bulan berubah seperti "pasar kaget" ramai oleh member yang akan TUTUP POIN.
BONUS YANG TIDAK TRANSPARAN
Hitungan di marketing plan memang mudah dimengerti, karena berturutan, mencapai sekian poin, dapat 3%, dua-kian poin menjadi 6%, tiga-kian poin 9 persen dan seterusnya hingga maksimal 7-kian poin memperoleh 21%. Namun karena persentasi riil adalah selisih 21% dikurangi dengan persentasi-persentasi para frontline dan downline, bonus yang akan saya peroleh di bulan depan tetap tidak jelas. Saya baru tahu jumlah bonus setelah menerima 'bonus statement' dari perusahaan yang dikirimkan setelah bonus itu ditransfer ke rekening. Agar bonus ditransfer, saya harus TUTUP POIN di akhir bulan. Jika tutup poin tidak dilakukan atau kelupaan, maka bonus tidak cair atau hangus. Level saya pun bisa-bisa merosot. Kalau pun tidak merosot, justru menjadi lucu. Saya seorang direktur tetapi tidak menerima apapun dari omset yang telah dicipakan oleh seluruh jaringan saya kepada perusahaan.
Jadi, ringkasnya inilah MASALAH bisnis MLM pada umumnya. Masalah yang telah membuat banyak orang phoby sampai trauma berat kalau mendengar MLM, apalagi diprospek orang untuk menjadi member MLM.
Nah, Saudara, MLM yang saya informasikan berikut, kelihatannya menjawab semua MASALAH bisnis MLM konvensional. MLM ini tidak mengenal peringkat atau persentasi, karena kesederhanaan Marketing Plan-nya. Menjadi anggota cukup daftar sekali dan sangat murah hanya Rp 30,000 yang berlaku selamanya (selama perusahaan eksis) sehingga dapat diwariskan, seandainya eksistensi perusahaan melampaui umur kita. Setiap member harus membeli Produk yang sangat istimewa, menjadikan member mengonsumsinya sehingga memperoleh solusi kesehatan. Strukturnya Binary dan yang diperhitungkan bukan personal member, tetapi jumlah unit (paket) produk yang ditransaksikan atau yang dibeli oleh member baru. Ada 2 Bonus harian dan 1 bonus bulanan. Persentasi terbesar dari bonus adalah bonus KERJA atau SPONSOR sebesar 18,18% yang dibayarkan diawal keberhasilan seorang member membuat omset kepada perusahaan karena ada member baru membeli produk karena ajakannya.
Bonus terbesar lainnya adalah bonus PASANGAN atau LEADERSHIP yang tidak terhitung lagi berapa persen. Karena peluang dari bergabung dengan modal 1 unit usaha (Rp 580,000) adalah penghasilan maksimal Rp 850,000 sehari. Kiranya tidak ada bisnis yang seperti ini. Kondisi bonus Rp 850,000 ini sudah saya alami beberapa kali, bahkan lebih, karena saya bergabung dengan lebih dari 1 unit. Sekarang dengan memanfaatkan sebagian bonus harian dalam sebulan untuk menambah unit bisnis, saya sudah memiliki 31 unit usaha yang letaknya sengaja acak-acakan. Hasilnya lumayan, terutama untuk memperoleh produk automaintain. Setiap bulan paling sedikit saya memperoleh 2 paket (14 botol) propolis, yang dapat saya manfaatkan untuk promosi. Saya bagikan saja produk "semi gratisan" itu kepada calon prospekan saya.
Mengapa semi gratisan? Iya, karena dalam beberapa kasus, perkembangan jaringan saya kanan-kiri sering bukan atas aktivitas saya ber-MLM tetapi dari: 1) aktivitas downline yang menambah unit bisnis atau memperoleh member baru; 2) limpahan unit usaha (member baru) dari para upline saya yang aktif merekrut member. Jadi saya sudah merasakan PASSIVE INCOME secara nyata selama beraktivitas MLM ini, tanpa menunggu peringkat puncak dan mempertahankannya dalam waktu tertentu.
Nah, Saudara, gambar-gambar berikut adalah beberapa rumus bonus di Marketing Plan yang sebagian besar sudah berhasil saya PINDAHKAN ke kenyataan sehari-hari saya. Nilai Bonus, walaupun belum maksimal, sudah berhasil BERPINDAH ke buku rekening bank saya.

Dengan biaya pendaftaran Rp 30,000 Member baru PT MNI memperoleh starter kit dan nomor ID, seperti MLM yang lain. Perbedaannya adalah RUANG ANGGOTA member baru itu di website perusahaan
http://www.melianature.com/ yang dapat diakses oleh member 24 sehari dan 7 hari seminggu. Ruang Anggota inilah yang akan menjadi sekretaris jaringan kita. Penuh transparansi. Tidak bisa lagi member baru dibohongi sponsor, karena perkembangan jaringan dimonitor setiap hari.

Format jaringan BINARY murni, menjamin keringanan beraktivitas MLM. Member yang ingin berkembang jaringannya cukup membina 2 grup (team) downline, yaitu di kiri dan di kanan (A dan B). Setiap hari dia berhasil menambah member baru, setiap hari pula menerima penghasilan Rp 100,000 per paket yang disponsori. Setiap hari ada perkembangan unit imbang 2 kiri dan 2 kanan, akan menerima pula bonus pasangan Rp 170,000. Jika perkembangan pesat, maka bonus pasangan yang dibayarkan sebesar Rp 850,000 setiap hari (yang dibayar bonusnya maksimal 10 kanan - 10 kiri).

Sistem bembayaran bonus harian menjamin kelancaran bisnis kita. Setiap hari kita perlu dana operasional dan kebutuhan sehari-hari. Setiap hari kita perlu biaya....

Setiap ada member baru bergabung atas ajakan kita, bonus kerja sebesar Rp 100,000 per paket kita terima. Perkembangan dicatat secara harian, bonus sponsor ini juga diperhitungkan harian.

Setiap ada perkembangan unit di kaki kiri dan kanan kita imbang minimal 2 unit, kita menerima bonus Rp 170,000. Tanpa syarat apa-pun. Syaratnya hanya ada tambahan titik unit usaha di kaki kiri 2 di kaki kanan 2. Guyonannya 2 + 2 = Rp 170,000 dan 10 + 10 = Rp 850,000. Selebihnya menjadi milik perusahaan. Member baru MNI sering salah pengertian dengan flush out ini, "enak dong perusahaan, seandainya kaki kiri saya 50 titik, kaki kanan 10 titik, kok cuma dibayar 10 pasang, yang 40 titik di kiri hilang?" Saya menyikapinya santai saja. Kan dari 50 titik itu tidak seluruhnya atas kerjaan saya? Bahkan mungkin saya tidak "ngapa-ngapain" hanya terima limpahan member dari atas atau downline memperoleh member. Justru sangat berterimakasih kepada PERUSAHAAN yang telah memberi GRANT Rp 850,000 dari seorang yang TIDAK NGAPA-NGAPAIN, bukan?

Bonus ini adalah bonus reward satu-satunya di PT MNI. Member dapat bonus harian, otomatis belanja ulang. Belanja ulang mencapai Rp 750,000 per unit usaha miliknya, otomatis berhak atas BONUS UNILEVEL. Enak bukan. PT MNI tidak menjanjikan reward macam apapun selain janji BONUS BESAR TRANSPARAN dan CEPAT DIBAYARKAN menjadikan kita bisa HIDUP PAS-PASAN. Pas perlu beli mobil... duitnya ada. Pas perlu biaya sekolah anak-anak, dananya tersedia....
Salam dari Bogor, sampai jumpa di PUNCAK KESUKSESAN.